Kamis, 26 Desember 2013

Belajar menulis dan kesederhanaan dari Tere Liye

Suara gaduh riuh bergemuruh dari bangku penonton ketika salah satu pembicara maju ke atas panggung. Dengan gayanya yang santai sambil menjinjing sebuah tas ransel berwarna hitam. Aku memperbaiki posisi dudukku, penasaran dengan sosok laki-laki yang sedang berada di depan panggung ini.
  
Tere Liye.

Mungkin sudah pada banyak yang mengenal nama ini. Ya, beliau adalah penulis buku best seller. Hingga detik ini sudah ada 17 novel yang beliau terbitkan. Sedangkan 3 diantaranya sudah diangkat ke layar lebar, yaitu Hafalan Shalat Delisa, Bidadari-Bidadari Surga, dan Moga Bunda Disayang Allah.

Aku sama sekali belum pernah membeli dan membaca buku-bukunya. Yang membuatku mengenal nama beliau adalah karena hobiku yang suka nongkrongin toko buku. Ya, aku hapal karena novel-novelnya seringkali mejeng dibagian rak buku-buku terbaru dan best-seller.



Dulu, satu tahun lalu, kampusku pernah hampir mau mengundang beliau, bahkan saat itu aku yang menjadi salah satu panitia yang menghubungi beliau langsung via email. Kuakui, Tere Liye ini salahsatu penulis nasional yang bersahaja dibanding yang lain. Jika kalian ingin mengundang beliau, kalian cukup mengirimkan pesan dan proposal lewat email dan yang bikin takjub adalah tak ada perantara manajer! Jadi yang bales email itu adalah Tere Liye sendiri. Simple, bukan? Dari sini aja, aku jadi tau kalo Tere Liye ini orangnya bersahaja, makanya aku semakin penasaran untuk hadir di acara talkshow kemarin

Sederhana.

Ya, itu satu kesan yang aku tangkap ketika menghadiri talkshow beliau di surabaya kemarin. Sesuai dengan dugaanku sebelumnya. Beliau orangnya tertutup, jadi jangan harap bisa nge-foto beliau semau kita, karena beliau tidak menyukai hal itu. Ya, itu privacy beliau. Justru itulah yang aku hargai, karena tak banyak orang seperti beliau. Banyak artis dan orang jaman sekarang yang mencari ketenaran, namun Tere Liye tak seperti itu. Bahkan tetangganya sendiri pun tidak tau kalo dia itu Tere Liye. Hahaha.. Aku pikir ada bagusnya juga. Dengan begitu beliau bisa hidup layaknya orang normal pada umumnya. Tak perlu takut dikejar-kejar fans ketika sedang bepergian ke tempat-tempat publik. Dan tak perlu risau kehidupan pribadi-nya diusik media. Ada dan tidaknya novel Tere Liye, beliau ingin berada di kondisi yang ‘sama’, yaitu sederhana. Ya, ini pesan yang bisa saya tangkap secara eksplisit.

Aku pun takjub juga mendengar penjelasan-penjelasan beliau selama talkshow. Karena saran-saran yang beliau berikan sangat sangat simpel. Bahkan saking simpel-nya, kami semua dibuat tertawa olehnya. Haha.. Contohnya aja begini : 

“Kalo ada yang bertanya gimana sih caranya jadi penulis bestbeller? Maka jawaban saya cuman satu : ya ditulis-tulis aja...”

Hahaha.. Benar-benar diluar perkiraanku. Biasanya seorang penulis terkenal akan ngasih beberapa tips sukses menulis, tapi Tere Liye tidak. Jawaban beliau cuman satu : “Ya, ditulis-tulis aja.”

Saran beliau emang simple, namun sangat realistis dan berbobot. Ini saran paling realistis yang pernah aku dengar sepanjang masa :D Kalo dipikir-pikir benar juga, terkadang kita sendiri yang terlalu mikir susah. Padahal kunci dari keberhasilan menulis itu ya konsisten menulis alias “Ditulis-tulis ajalah”. Intinya, tiap hari jangan pernah absen untuk menulis! Karena kalo usaha kita cuman datengi acara-acara motivasi dan talkshow tanpa adanya aksi nyata untuk menulis, ya hasilnya sama aja : NOL BESAR.


 So, bagi kamu-kamu yang ingin sukses menulis, sarannya cuman satu : “Ya ditulis-tulis aja..”

Ada lagi kalimat dari Tere Liye yang aku suka, yaitu ini : “Menulis itu tidak membutuhkan bakat, namun harus dibiasakan.”

Dan ini beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika ingin menjadi penulis : 
  1. Harus punya motivasi menulis yang benar. Karena motivasi ini yang akan menjadi energi kita untuk terus menulis. 
  2. Pikirkan dalam-dalam aku ingin menulis apa? Terutama hal-hal yang disuka, jangan memaksa untuk menulis hal-hal yang kita tidak bisa.
  3. Ga ada teori cara menulis yang baik dan benar itu seperti apa. Yang perlu kita ketahui adalah menulislah dengan efektif (yang penting kita paham dan pembaca paham). 
  4. Ya, ditulis-tulis aja. Hehe... (ini bagian favoritku)
Lagi-lagi ada kalimat sederhana nan simple yang Bang Tere berikan kepada kita sebagai penutup talkshow pada siang hari itu. Ini motivasi bagi mereka-mereka yang ingin meraih impian mereka, apapun itu :

“Ada yang bilang bahwa kesempatan pertama paling baik untuk menanam adalah 20 tahun yang lalu. Namun, kalo kalian baru denger kalimat ini hari ini, maka kalian punya kesempatan kedua, yaitu lakukanlah hari ini. Ya, kesempatan kedua itu ada pada hari ini, karena gak bakal ada kesempatan ketiga, keempat dan seterusnya...”

Kereeen banget kan?

Itu aja yang bisa aku bagi hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi penyemangat kita yang ingin menjadi penulis-penulis muslim hebat seperti Bang Tere, Asma Nadia, Kang Abik, dsb.

SEMANGAT nge-blog!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sangat diperbolehkan bagi kamu-kamu yang pengen comment ato kasih masukan buat tulisan saya :)